Inovasi Produk dan Digitalisasi Jadi Strategi Penjualan Sukun Goreng Putri Angkasa di 2026
Ambon, indonesiatimur.co — Strategi penjualan Sukun Goreng Putri Angkasa yang dikenal dengan Sukun Goreng dan Sukun Frozen pada tahun 2026 akan difokuskan pada inovasi produk, digitalisasi pemasaran, serta optimalisasi saluran distribusi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh pemilik Sukun Putri Angkasa, Evie Noya, saat memaparkan rencana pengembangan usahanya.
Menurut Evie, persaingan pasar oleh-oleh frozen berbahan sukun kini semakin kompetitif, sehingga pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi agar mampu menarik minat konsumen dan mempertahankan loyalitas pasar.
“Di tahun 2026, kami akan lebih fokus pada pengembangan varian produk, kemasan yang modern, serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran,” ujarnya.
Evie katakan, salah satu langkah strategis Sukun Goreng Putri Angkasa yang telah hadir di Bandara Pattimura Ambon, sejak tahun 1978, adalah menghadirkan varian rasa kekinian yang tengah digemari masyarakat Indonesia. Beberapa di antaranya seperti sukun balut cokelat lumer, green tea, balado pedas manis, hingga cita rasa lokal unik yang diharapkan mampu memperkuat identitas produk daerah.
Selain itu, Sukun Goreng Putri Angkasa juga merancang pilihan produk yang lebih sehat guna menjangkau konsumen yang semakin sadar akan gaya hidup sehat. Produk seperti sukun panggang tanpa digoreng serta penggunaan pemanis alami menjadi alternatif yang tengah dipersiapkan.
Dari sisi tampilan, inovasi juga dilakukan melalui kemasan yang menarik dan fungsional. Produk Sukun Frozen akan dikemas menggunakan plastic pouch modern yang kuat, mudah ditata saat dipajang, serta mampu menjaga kualitas dan kerenyahan produk, sekaligus meningkatkan daya tarik visual di etalase penjualan.
Peluang Bisnis Cafe & Resto di Bandara Pattimura
Sejalan dengan pengembangan produk kuliner lokal, Evie Noya juga menyoroti peluang bisnis cafe dan resto di Bandara Pattimura yang dinilai semakin menjanjikan, khususnya sejak memasuki tahun 2025 dan seterusnya.
Saat ini, cafe dan restoran tidak lagi sekadar tempat menikmati kopi, makanan berat, atau camilan ringan, tetapi telah berkembang menjadi ruang sosial dan bagian dari gaya hidup masyarakat modern, terutama bagi para pelaku perjalanan.
Namun demikian, Evie menegaskan bahwa membangun usaha kuliner di kawasan strategis seperti bandara bukanlah hal yang mudah.
“Dibutuhkan strategi yang tepat, pemahaman pasar yang kuat, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan operasional agar usaha bisa bertahan dan berkembang,” katanya.
Dengan perpaduan inovasi produk lokal seperti Sukun Frozen dan konsep usaha kuliner modern, ia optimistis peluang pengembangan UMKM berbasis pangan lokal di Maluku akan semakin terbuka dan berdaya saing.
Dukungan Keluarga Jadi Kunci Utama Kesuksesan
Keberhasilan Sukun Goreng Putri Angkasa bisa bertahan selama 47 tahun, tidak lepas dari dukungan keluarga.
Evie mengakui, dirinya adalah generasi kedua pemilik Sukun Goreng Putri Angkasa. Sang ibu, Maria Centya Noya, merupakan pendiri Sukun Goreng Putri Angkasa, mengawalinya dari resep ibunda tercinta, yang dikenal dengan panggilan Oma Banda.
Dari sang ibu, lulusan STMIK Gunadarma dan alumni Nanyang Business School Singapore ini juga diajarkan nilai-nilai SIGAP (Setia, Integritas, Gratitude, Anggapan Positif dan Profesionalisme). Karena dengan nilai-nilai SIGAP ini, perusahaan harus lincah menghadapi perubahan dan selalu berinovasi.
Selain dukungan dari ibunda tercinta, Evie juga mendapat dukungan penuh dari sang suami, AKBP A.Q Ginting S.H. dan kedua anak, Nevada Ginting dan Restika Lavega Ginting.
Dengan dukungan penuh keluarga, Evie tetap menjaga cita rasa Sukun Goreng Putri Angkasa sejak hadir pada 1978, tidak pernah berubah dan tetap enak. Serta selalu rajin berinovasi, sehingga Sukun Goreng Putri Angkasa memiliki penggemar fanatik, yang karena cintanyq akan produk ini, secara rutin selalu memesan dan mempromosikan melalui media sosial.
Selain keluarga, Evie juga berterima kepada Bank Indonesia Perwakilan Maluku yang selalu membantu mempromosikan Sukun Goreng Putri Angkasa, sehingga tersedia di Shopee karena mendapatkan kurasi dari Rietsz Star.
“Dengan capaian Sukun Goreng Putri Angkasa saat ini, saya mensyukuri semua keajaiban dan pertolongan Allah. Kami bisa melalui semua tantangan, bahkan disaat covid-19, Sukun Goreng Putri Angkasa tetap eksis dan bahkan mencapai nilai penjualan cukup tinggi, sehingga bisa bertahan hingga saat ini,”tandasnya.
Evie katakan, tahun 2025 ini mengajarkan bahwa, memulai tidak selalu harus sempurna, yang terpenting adalah keberanian untuk melangkah. Setiap hari di tahun 2025 menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup bukan tentang kecepatan, melainkan tentang ketekunan yang konsisten.
“Awal Tahun 2026 ini, buka mata bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari keputusan sederhana yang diambil dengan penuh keyakinan, bersyukur kepada TUHAN dalam melangkah di sepanjang hari di tahun yang baru,”tutupnya. (it-02)



